RESUME PROTOCOL ROUTING

NIM   : A2.1900098

Nama : Lusyana Arianti

Kelas : TI-IVD

Mata Kuliah : Jaringan Komputer

RESUME PROTOCOL ROUTING

Routing

Routing merupakan fungsi yang bertanggung jawab membawa data melewati sekumpulan jaringan dengan cara memilih jalur terbaik untuk dilewati data. Router merupakan komputer jaringan yang bertugas atau didefinisikan menghubungkan dua jaringan atau lebih. Tugas Router ialah memforward data (Fungsi IP Forward harus diaktifkan) menggunakan Routing Protokol (Algoritma Routing).

Cara membangun Tabel Routing :

Ø 1. Static Routing

Static Routing merupakan sebuah mekanisme pengisian tabel routing yang dilakukan oleh Admin secara manual pada tiap – tiap Router.

Keuntungan Static Routing :

-          - Meringankan kerja processor yang ada pada Router.

-          - Tidak ada BW yang digunakan untuk pertukaran informasi isi Tabel Routing antar Router.

-          - Tingkat keamanan lebih tingkat vs mekanisme lainnya.

Kekurangan Static Routing :

-          - Admin harus mengetahui informasi tiap – tiap Router yang terhubung jaringan.

-          - Jika terdapat penambahan / perubahan  topologi jaringan Admin harus mengubah isi Tabel Routing.

-          - Tidak cocok untuk jaringan yang besar.

Ø  2. Dynamic Routing

    Secara otomatis router jalur routingnya dengan cara bertuar informasi antar router menggunakan protokol TFTP. Ada beberapa kategori Dinamik :

-         - Distance Vector

-         - Link State

-         - Hvbrid

Routing protocol adalah komunikasi antara router – router. Routing protocol mengijinkan router – router untuk sharing informasi tentang jaringan dan koneksi antar router. Router menggunakan informasi ini untuk membangun dan memperbaiki table routingnya.

Contoh Routing Protokol :

-          - Routing Information Protocol (RIP)

-          - Interior Gateway Routing Protocol (IGRP)

-          - Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP)

-          - Open Shortest Path First (OSPF)

Tujuan Utama Routing Protocol adalah untuk membangun dan memperbaiki table routing. Tabel ini berisi jaringan – jaringan dan interface yang berhubungan dengan jaringan tersebut. Algoritma Routing adalah dasar dari Routing dinamis.

 

Klasifikasi Routing Protocol :

-         - Distance Vector

Routing Distance Vector bertujuan untuk menentukan arah atau vector dan jarak ke link – link lain dalam suau internetwork. Router mendapatkan informasi ari Router yang berhubungan dengannya secara langsung tentang keadaan jaringan router tersebut. Informasi yang dihasilkan adalah jumlah jarak/hop yang dipakai untuk mencapai suatu jaringan.

Cara kerja Distance Vector :



o   Asumsi Router keadaan baru menyala.

o   Awal Router hanya punya informasi tentang jaringan yang terhubung secara langsung.

o   Router akan saling mengirimkan informasi.

o   Router KTA mengirimkan data tentang jaringan yang terhubung dengannya secara langsung.

o   Router RTB juga mengirimkan data jaringan yang terhubung dengannya secara langsung.

Proses dalam Distance Vector :



Detail Tabel Routing yang convergen, terdapat design Router seperti berikut :



 

-         - Link – State

Routing Link – State bertujuan untuk menciptakan kembali topologi yang benar pada suatu internetwork.



v  Routing Information Protocol (RIP)

Routing Information Protocol (RIP) dikenal dengan Algoritma Bellman-Ford. Maksudnya, Algoritma tertua terkenal lambat dan terjadi routing loop. Routing Loop merupakan suatu kondisi antar Router yang saling mengira untuk mencapai tujuan yang sama melalui Router tetangga tersebut. Contohnya :

-          - Router A mengira untuk mencapai jaringan xxx melalui Router B.

-          - Bisa terjadi antar 3 Router.

Untuk memperbaiki kinerja yang dikenal split horizon

-          - Router tidak perlu mengirim data yang pernah dia terima dari jalur dimana dia mengirim data.

-          - Enable Split Horizon





Untuk mempercepat proses dikenal juga trigger update.

-     - Jika terjadi perubahan info Routing, Router tidak perlu menunggu waktu selang normal untuk mengirimkan perubahan informasi Routing tapi sesegera mungkin.

RIP biasanya hanya untuk hop count yang dipakai untuk pengukuran.

-         - Jika hop count nya lebih besar dari 15, data akan didiscard



·        * Network 1 putus

·        * A akan update untuk memutus ke network 1

·        * B,D akan diupdate oleh A, tapi C masih py info bahwa untuk menuju ke 1 bisa melalui B

·        * C mengupdate D,D->A, A->B&E

·        * Terjadi Looping C-B-A-D

 

v  Interior Gateway Routing Protocol (IGRP)

Interior Gateway Routing Protocol (IGRP) adalah Routing protokol yang dikembangkan oleh CISCO. Dengan menggunakan pengukuran Bandwith, Load, Delay dan Reliability.

v  EIGRP

EIGRP merupakan perluasan dari Distance Vector Routing Protocol, dimana kombinasi dari kemampuan Distance vector dan link-state. EIGRP menggunakan Uses Diffused Update Algoritma (DUAL) untuk menghitung jarak terpendeknya.

v  Routing Protocol Link-state

Algoritma link-state juga dikenal dengan algoritma Dijkstra atau algoritma shortest path first (SPF), dimana Algoritma ini memperbaiki informasi database  dari informasi topologi. Algoritma distance vector memiliki informasi yang  tidak spesifik tentang distance network dan tidak  mengetahui jarak router. Sedangkan algortima link-state memperbaiki  pengetahuan dari jarak router dan bagaimana  mereka inter-koneksi.

Tahap – tahap Link-state

  Setiap router memperkenalkan diri, dengan mengirimkan paket hallo

  Setiap router akan tahu tetangga berdasarkan paket hallo beserta biaya,  dimasukkan database

  Setiap router mengirimkan basis datanya ke tetangganya dalam paket  LSA (Link State Advertisement)

  Router yang menerima paket LSA harus meneruskan ke sel. tetangga  sebelahnya

  Paket LSA dimasukkan database jika infonya lebih baru

  Awalnya terjadi flooding karena setiap router jika ada update data akan  mengirimkan sampai convergen

  Selanjutnya setiap router menghitung jarak terpendek ke router yang  lain dengan Shortest Path First, dan terbentuklah tree

  Dimungkinkan untuk mencapai Router yang sama, antar router punya  tree yang berbeda

Proses Flooding



v  Open Shortest Path First (OSPF)

Open Shortest Path First menggunakan link-state routing protocol. Open standard routing protocol didiskripsikan  pada RFC 2328. Menggunakan SPF algorithm untuk menghitung  biaya terendah ke tujuan. Jika terjadi perubahan topologi terjadi Routing  updates dengan sistem flooded

v  Border Gateway Protocol (BGP)

Border Gateway Protocol (BGP) merupakan routing protokol eksterior,  dengan karakteristik sebagai berikut:

-          Menggunakan routing protokol distance vector

-          Digunakan antara ISP dengan ISP dan client-client

-          Digunakan untuk merutekan trafik internet antar autonomous system



Kesimpulan :

  RIP – menggunakan protokol routing interior dengan  algoritma distance vector

  IGRP – menggunakan protokol routing interior dengan  algoritma Cisco distance vector

  OSPF – menggunakan protokol routing interior dengan  algoritma link-state

  EIGRP – menggunakan protokol routing interior dengan  algoritma advanced Cisco distance vector

  BGP – menggunakan protokol routing eksterior dengan  algoritma distance vector

 

 

 

 

 

 

Komentar